Pasca Banjir Kalierang, LAZ MKU dan BMT Amindo Pasang Sumur Bor

Brebes, Setelah dilanda banjir bandang, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Menjawab kondisi tersebut, sebuah sumur bor sedalam 80 meter kini hadir dan menjadi sumber kehidupan baru bagi sekitar 200 warga.

Sumur bor yang berlokasi di Pondok Pesantren Ash Shaff ini dibangun atas inisiasi BMT Amanah Indonesia Cabang Paguyangan bersama LAZ MKU. Pembangunan dilakukan sebagai kelanjutan dari program tanggap bencana banjir bandang yang sempat memutus pasokan air dan listrik warga.

Direktur Program LAZ MKU, Arief Yulianto, menyebut penyediaan air bersih merupakan kebutuhan paling krusial pascabencana. “Air adalah kebutuhan dasar. Karena itu, kami melanjutkan bantuan kemanusiaan dengan menghadirkan sumur bor agar warga tidak lagi kesulitan,”ujarnya.

Arif menyebut, warga tak perlu berjalan ratusan meter untuk mendapatkan air. Sumur bor tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat Adisana.

Pimpinan Cabang BMT Amanah Indonesia Paguyangan, Revina Sri Agustina, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen lembaga keuangan syariah dalam menghadirkan manfaat sosial.

“Program ini menunjukkan bahwa lembaga syariah tidak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam membantu masyarakat,”ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Bumiayu pun mengapresiasi kolaborasi tersebut dan berharap fasilitas air bersih ini dapat dirawat bersama demi keberlanjutan manfaatnya.

Selengkapnya : https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/pasca-banjir-kalierang-laz-mku-dan-bmt-amindo-pasang-sumur-bor-00-lx21t-sd5pk1

BMT Amanah Indonesia Gelar Pengobatan Gratis Korban Banjir Bumiayu

BMT Amanah Indonesia (Amindo) memberikan bantuan kepada korban bencana di Desa Kalierang. Setelah banjir merendam kawasan tersebut, tim Peduli Baitul Mall BMT Amindo bergerak cepat melakukan asesmen hingga distribusi bantuan untuk warga terdampak.

Manajer Baitul Mall BMT Amindo, Daryanto mengatakan hal ini merupakan agenda rutin lembaga, terutama saat terjadi bencana di wilayah yang berdekatan dengan kantor cabang. “Walaupun kita tidak menginginkan bencana, kami selalu mempersiapkan diri, ketika ada kejadian, seperti di Kalierang, tim terdekat langsung melapor ke pusat untuk perencanaan respon,”ujarnya kepada IDN Times, Jumat (14/11/2025).

Setelah asesmen, tim langsung menyalurkan bantuan makanan siap saji ,kemudian berkoordinasi dengan relawan dan pihak desa. Puncaknya, pada hari ini BMT Amindo menggelar pengobatan gratis bagi warga yang terdampak banjir, bekerja sama dengan Layanan Kesehatan Cuma cuma (LKC) Dompet Dhuafa Purwokerto.

Daryanto menambahkan bahwa keberadaan BMT Amindo bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

“Kami berusaha hadir di tengah masyarakat dan berdampak positif. Sebagaimana ajaran Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan bagi warga Kalierang agar tetap sabar dan saling menguatkan. “Setiap musibah membawa hikmah, ingatlah, kita tidak sendirian, kita saling support dan bersinergi, semangat untuk warga Kalierang,”pesannya.

Direktur BMT Amanah Indonesia, melalui HRD Yoasep Awali, menjelaskan bahwa struktur lembaga terdiri atas dua divisi utama tamwil (produktif/bisnis) dan mal (sosial). Divisi mal inilah yang menjalankan program-program kemasyarakatan, termasuk kegiatan tanggap bencana di Kalierang.

Selengkapnya : https://jateng.idntimes.com/life/education/bmt-amanah-indonesia-gelar-pengobatan-gratis-korban-banjir-bumiayu-00-lx21t-skcxhn

Sumur Bor LAZ MKU di Desa Adisana Jadi Sumber Air Bersih Pascabanjir Bandang

BREBES – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di wilayah selatan Kabupaten Brebes terus dilakukan. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor sedalam 80 meter di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, yang kini menjadi sumber air bersih bagi ratusan warga, Senin (15/12/2025).

Sumur bor tersebut berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Ash Shaff dan mampu melayani kebutuhan air bersih sekitar 200 warga atau setara 100 kepala keluarga. Bantuan sarana air bersih ini diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Membangun Keluarga Utama (LAZ MKU) dengan dukungan BMT Amanah Indonesia Cabang Paguyangan, Brebes.

Direktur Program LAZ MKU, Arief Yulianto kepada TIMES Indonesia menjelaskan pembangunan sumur bor ini merupakan lanjutan dari program tanggap darurat bencana banjir bandang yang sebelumnya melanda wilayah Bumiayu, khususnya Desa Adisana.

“Kami hadir sebagai bentuk tanggung jawab lembaga sosial dalam merespons musibah, aetelah fase tanggap darurat selesai, kami melanjutkan dukungan jangka panjang berupa penyediaan sumur bor agar masyarakat memiliki akses air bersih yang layak,”ujar Arief.

Awalnya, pengeboran direncanakan hanya sedalam 40 meter. Namun, setelah dilakukan kajian teknis, kedalaman sumur diperpanjang hingga 80 meter. Proses pengeboran berlangsung selama tiga hari dengan memanfaatkan teknologi citra satelit untuk menentukan titik sumber air.

“Alhamdulillah, dengan kedalaman 80 meter, debit air mencapai lebih dari 6.000 liter dan insyaallah mencukupi kebutuhan sekitar 200 warga,” tambahnya.

Arief menegaskan, program sedekah air ini terinspirasi dari nilai sejarah Islam tentang pentingnya menyediakan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas dalam pemulihan pascabencana.

Pengurus Ponpes Ash Shaff Adisana, Muhammad Usairi, menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat banjir bandang terjadi, warga sempat kesulitan air bersih hingga harus mengambil air dari sumber sejauh hampir 800 meter.

“Waktu itu masyarakat antre mengambil air, sementara listrik dan pasokan air mati, Alhamdulillah sekarang sudah ada sumur bor, airnya jernih dan bisa dimanfaatkan untuk warga sekitar,” katanya.

Ia juga memastikan sumur bor tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pesantren, tetapi akan disalurkan kepada masyarakat sekitar, termasuk warga yang belum terjangkau program PAMSIMAS.

Sementara itu, Priyanto, Kasi Pemerintahan Kecamatan Bumiayu, mengapresiasi kolaborasi LAZ MKU dan BMT Amanah Indonesia. Ia berharap sumur bor tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh pihak pesantren dan warga.

“Ini anugerah alam yang harus dipelihara bersama. Semoga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Selengkapnya : https://brebes.times.co.id/news/berita/Fg1FQhwFH/Sumur-Bor-LAZ-MKU-di-Desa-Adisana-Jadi-Sumber-Air-Bersih-Pascabanjir-Bandang